Review Novel: EVERMORE




“Her feelings, the way she loved you Max, it’s evermore.”
hlm.269

INDENTITAS
Judul               : Evermore
Penulis             : Cecilia Wang
Penerbit           : Bukune
Tahun Terbit    : 2017

SINOPSIS
There’s a famous cliché line, that if you love someone set them free and if they come back, they’re yours. Aku merelakannya. Merelakannya mengejar wanita lain. Lalu melihatnya mencintai wanita lain. It’s fine. I’m fine letting him go. Hal yang paling sulit, tapi aku melakukannya untuk diri sendiri.
.
.
.
Jadi, mungkin sesungguhnya cerita ini adalah ceritanya dengan pria bodoh itu. Bagaimana seorang pria bodoh akhirnya sadar dengan perasaannya sendiri.
Semuanya karena wanita itu.
(Diambil dari bagian prolog)

REVIEW
So, this is the first series of Blue Series by Cecilia Wang. I find this novel at Wattpad dan memutuskan akan membeli novel ini jika memang akan dibukukan. Finally, she made it, and I remember when I pre-order this. Because it was very menegangkan, banyangkan saja dalam satu jam novel ini langsung sold out. Beruntungnya aku bisa ikut dalam PO itu.

Untuk packaging pokoknya novel karya Cecilia Wang tidak akan mengecewakan dan sangat artsy. Apalagi karena novel ini hard-cover menambah kesan mewah tentunya. Evermore berkisah tentang Josephine Attalea Danasyaksa dan Maximillian Ethanael Archibald Tjahrir. Nama kedua tokohnya bagus banget, sampai saya kepikiran nanti kalau punya anak harus keren seperti mereka.

Langsung saja saya akan membahas gaya bahasa dari novel ini terlebih dahulu. Jadi, Evermore ini memiliki struktur bahasa yang simple, lebih banyak dialog daripada narasi, dan menggunakan banyak Bahasa Inggris. Tentu saja saya juga menemukan ciri khas bahwa novel ini meski percakapannya pakai Lo-Gue tetapi masih menggunakan Bahasa baku. Contohnya, “Gue kira makan siangnya sudah selesai, belum ya?” hlm 116.

Pada chapter awal, saya kira ini akan menjadi novel remaja yang manis, yang pada awalnya saling menyangkal perasaan akhirnya saling jatuh cinta karena latar chapter awal adalah ketika mereka masih SMA. Namun ternyata konfliknya tidak sesederhana karena munculnya orang ketiga, sebab konfliknya juga melibatkan keluarga dan karir mereka. Kisah Jo dan Max berlanjut sampai mereka sudah bekerja.

Ada pula tokoh-tokoh yang membuat saya kesal setengah ketika membacanya, seperti Kasa yang merupakan adik tiri Jo dan juga Karissa teman sekelas mereka di SMA. Alurnya semakin menarik ketika Ethan muncul dan membuat segalanya menjadi rumit, bukan hanya bagi Jo tetapi juga saya sebagai pembaca.

Saya tidak pernah mengira akan mendapatkan plot yang begitu mengejutkan di tengah chapter. Ketika membacanya, semua skenario yang mungkin akan terjadi saat ending di kepala saya langsung buyar. Saya dibuat sebal dengan tingkah laku tokohnya, juga sangat marah pada setiap pilihan yang diambil Jo untuk menghadapi masalah.

Evermore adalah novel yang akan membuat kamu patah hati tetapi bingung harus menyalahkan siapa atas sakit yang kamu rasakan. Saya merekomendasikan novel ini untuk kamu baca karena kamu juga harus merasakan rasanya terombang-ambing oleh alur yang tidak bisa ditebak di novel ini.

Penilaian pribadi 8.7/10.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Review Novel: REMBULAN DI PINGGANG BUKIT

Ruang Hati: Dari aku yang tak mau tenggelam dalam sunyi